Pengakuan Pada Cahaya di Atas Cahaya

Posted: 15 Desember 2010 in Inspirasi
Tag:,

Oleh: Abdul Mutaqin

Demi Yang Maha Cepat Hisab-Nya
angka-angka kutekan
kujumlah nilai ketaatan
kukurangi dengan dusta
kukurangi dengan zalim
kukurangi dengan kelalaian
Ya Rabb, … aku masih jauh dari beruntung

modalku belum cukup untuk pulang

solatku kuhitung
Ya Rabb … masih ada yang bolong
puasaku kutakar
Ya Rabb … masih banyak cacatnya
sedekahku kubentangkan
Ya Rabb … lebih banyak minusnya

modalku belum cukup untuk pulang

tangan dan kaki kutanya
mengaku banyak lalainya
mata dan telinga ku ajak bicara
jawabnya lebih fasih dunia
akal dan hati kudekati
titik-titik hitam di sana sini

modalku belum cukup untuk pulang

bila kuziarahi masjid
ia bergumam menyindir
“selamat datang kembali …”
bila kubuka mushaf Utsmani
ia juga menyindir
”biarkan aku tetap di lemari”

modalku belum cukup untuk pulang

kepada Umar radhiyallahu ’anhu ingin kusampaiakan pesan
terima kasih wahai engkau singa padang pasir
terima kasih telah menjewerku dengan sebait puitismu
haasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu
hitung sendiri dirimu
sebelum kau dihitung
di akhiratmu

Ya Rabb … bimbing aku dengan cahaya-Mu
cahaya di atas cahaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s