Arsip untuk November, 2010

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk
bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat
timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan
memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat
beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan
ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma
yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang
satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya,
shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT garagara
memakan sebutir kurma yang bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” ibrahim
beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.
Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak
menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bulan yang lalu saya membeli
kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang
kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”.
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh
minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua
itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa
izinnya?”.
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara
saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka
mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”
Created by: Syihab
Page 3 of 38
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai
juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh
ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia
mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah ibrahim bin adham
yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris
pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma
yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”
“Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih
baik tinggalkan bila ragu-ragu…

Iklan

Segala puji bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi yang terahir Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), para keluarga dan para Sahabat beliau, serta kepada orang- orang yang setia mengikuti petunjuk beliau.

Selanjutnya : ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah mewajibkan kepada seluruh hamba – hambaNya untuk masuk ke dalam agama Islam dan berpegang teguh denganya serta berhati –hati untuk tidak menyimpang darinya.

Allah juga telah mengutus NabiNya Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) untuk berdakwah ke dalam hal ini, dan memberitahukan bahwa barangsiapa bersedia mengikutinya akan mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang menolaknya akan sesat.

Allah juga mengingatkan dalam banyak ayat- ayat Al-Qur’an untuk menghindari sebab- sebab kemurtadan, segala macam kemusyrikan dan kekafiran.

Para ulama rahimahumullah telah menyebutkan dalam bab hukum kemurtadan, bahwa seorang muslim bisa di anggap murtad ( keluar dari agama Islam) dengan berbagai macam hal yang membatalkan keislaman, yang menyebabkan halal darah dan hartanya dan di anggap keluar dari agama Islam.

Yang paling berbahaya dan yang paling banyak terjadi ada sepuluh hal, yang di sebutkan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para ulama lainnya, dan kami sebutkan secara ringkas, dengan sedikit tambahan penjelasan untuk anda, agar anda dan orang – orang selain anda berhati hati dari hal ini, dengan harapan dapat selamat dan terbebas darinya.

Pertama:
Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ( syirik ) dalam beribadah.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
] إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[ سورة النساء، الآية : 116

Artinya : “ Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak mengampuni dosa syirik(menyekutukan ) kepadaNya, tetapi mengampuni dosa selain itu, kepada orang – orang yang dikehendakinya “.( Annisa’ ayat : 116)

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

] إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار[ سورة المائدة : 72.

Artinya: “ sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolong pun bagi orang – orang zhalim” .( Al- Maidah : 72).

Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta do’a dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernadzar dan menyembelih korban untuk mereka.

Kedua:
Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), meminta do’a dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.
Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.

Ketiga :
Tidak menganggap kafir orang- orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.

Keempat:
Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan – aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

Kelima :
Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , meskipun ia sendiri mengamalkannya. Orang yang sedemikian ini adalah kafir. Karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

] ذلك بأنهم كرهوا ما أنزل الله فأحبط أعمالهم [ سورة محمد, الآية : 9.

Artinya :Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang di turunkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menghapuskan (pahala ) segala amal perbuatan mereka”. ( Muhammad : 9).

Keenam:
Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka orang yang demikian menjadi kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

] قل أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزئون لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم [ سورة التوبة، الآية : 65-66.

Artinya : “ katakanlah ( wahai Muhammad ) terhadap Allah kah dan ayat – ayat Nya serta RasulNya kalian memperolok – olok ? tiada arti kalian meminta maaf, karena kamutelah kafir setelah beriman “ . (At- Taubah : 65- 66).

Ketujuh :
Sihir di antaranya adalah ilmu guna-guna yang merobah kecintaan seorang suami terhadap istrinya menjadi kebencian, atau yang menjadikan seseorang mencintai orang lain, atau sesuatu yang di bencinya dengan cara syaitani.dan orang yang melakukan hal itu adalah kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

] وما يعلمان من أحد حتى يقولا إنما نحن فتنة فلا تكفر[ سورة البقرة، الآية : 102.

Artinya :” Sedang kedua malaikat itu tidak mengajarkan (suatu sihir) kepada seorangpun, sebelum mengatakan: sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir “.( Al-Baqarah : 102.

Kedelapan:
Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

] ومن يتولّهم منكم فإنه منهم إن الله لا يهدي القوم الظالمين [ سورة المائة، الآية : 51.

Artinya : “ Dan barang siapa diantara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani ) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang tersebut termasuk golongan mereka. sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang yang zhalim” .( Al- Maidah: 51).

Kesembilan:
Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

] ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين [ سورة آل عمران: 85.

Artinya:” Barang siapa menghendaki suatu agama selain Islam, maka tidak akan diterima agama itu dari padanya, dan ia di akhirat tergolong orang- orang yang merugi”.( Ali- Imran: 85).

Kesepuluh :
Berpaling dari ِِAgama Allah (Subhanahu wa Ta’ala); dengan tanpa mempelajari dan tanpa melaksanakan ajarannya. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

( ومن أظلم ممن ذكر بآيات ربه ثم أعرض عنها إنَّا من المجرمين منتقمون[ سورة السجدة : 22.

Artinya : “ Tiada yang lebih zhalim dari pada orang yang telah mendapatkan peringatan melalui ayat – ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya. Sesungguhnya kami minimpakan pembalasan kepada orang yang berdosa “. ( As- Sajadah : 22).

Dalam hal- hal yang membatalkan keislaman ini , tak ada perbedaan hukum antara yang main-main, yang sungguh- sungguh ( yang sengaja melanggar ) ataupun yang takut, kecuali orang yang di paksa. Semua itu merupakan hal- hal yang paling berbahaya dan paling sering terjadi. Maka setiap muslim hendaknya menghindari dan takut darinya. Kita berlindung kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dari hal- hal yang mendatangkan kemurkaan Nya dan kepedihan siksaanNya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada makhluk Nya yang terbaik, para keluarga dan para sahabat beliau. Dengan ini maka habis dan selesai kata-katanya. Rahimahullah.

Termasuk dalam nomor empat :
Orang yang berkeyakinan bahwa aturan- aturan dan perundang – undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.

Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta’ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.

Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.

Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’.sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, merurut kesepakatan para umat Islam.

Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di ridhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.

(Dinukil dari kitab نواقض الإسلام oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, edisi Indonesia Hal-hal yang membatalkan Keislaman)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” ( Q.S Al Baqarah : 153 )
Kata sabar banyak diulang penyebutannya di dalam Al Qur’an, karena Allah mengetahui betapa beratya usaha yang di perlukan untuk bisa istiqamah di antara berbagai kecenderungan dan godaan serta betapa beratnya usaha yang di perlukan oleh pelaksanaan da’wah Allah di muka bumi di antara berbagai pertentangan dan hambatan.
Semua itu pasti memerlukan kesabaran dalam menjaga ketaatan, kesabaran dalam menjauhi kemaksiatan, sabar dalam melakukan jihad melawan orang orang yang memusuhi Allah, sabar dalam menghadapi beraneka macam tipu daya, sabar atas lambatnya kemenangan, sabar atas jauhnya perjalanan, sabar atas sedikitnya pendukung, sabar atas merajalelannya kebathilan, sabar atas panjangnya perjalanan yang penuh onak dan duri, sabar atas penyelewengan nafsu,kesesatan hati, beratnya pembangkangan dan pahitnya keberpalingan.
Bila waktu semakin lama dan perjuangan semakin berat, bisa jadi kesabaran menjadi lemah atau habis, oleh sebab itu perjuangan harus diiringkan dengan shalat dan sabar, kara perpaduan ini merupakan mata air yang tidak pernah kering dan bekal yang tak pernah habis, Mata air yang memperbaharui tenaga dan bekal yang membekalo hati. Dengan shalat ini, kesabaran semakin panjang dan tidak mudah putus, ahakan shalat akan mempertebal kesabaran, sehingga kaum muslimin akan ridha tenang, teguh dan yakin dalam perjuangannya.
Manusia yang fana, lemah dan terbatas ini harus menyambungkan diri dengan kekuatan yang Mahabesar yang akanmemberinya pertolongan di saat tuntutan perjuangan melampaui batas segenap kemampuannya . Permintaan pertolongan dan penyandaran pada kekuatan yang besar ini dilakukan di saat menghadapi berbagai keukuatan jahat yang nampak maupun yang tersembunyi, Serta ketika merasa berat dalam berjuang untuk beristiqamah di jalannya karena dorongan syahwat dan munculnya ksenang senangan duniawi.
Permintaan pertolongan sangat diharapkan di saat menghadapi perjalanan panjang dan beban berat sedangkan usia manusia sangat erbatas, juga ketika menyaksikan kejahatan yang semakin meluas tersebar dan suramnya cahaya kebajikan, namun tidak nampak cahaya yang memancar di ufuk dan tidak ada rambu rambu jalan.
Disinilah tampak nilai shalat, ia adalagh hubungan langsung antara manusia yang lemah dan fana dengan sesuatu yang Mahabesar dan abadi. Shalat adalah waktu yang telah dipilih untuk pertemuan setetes air dengan sumber yang tak pernah kering ia adalah kunci pembedaharaan yang mencukupi,memuaskan dan melimpah, Shalat adalah pembebas dari batas batas realita bumi yang kecil menuju realita alam raya, ia adalah angin, embun dan awan di kala jiwa diterpa kepanasan.
Shalat adalah sentuhan lembut pada hati yang letih dan payah.Oleh sebabitu, bila dalam keadaan berat,Nabi Shallallhu alaihi wasallam bersabda: “ Hiburlah kami wahai Bilal (dengan adzan ).” Beliau memperbanyak Shalat apabila menghadapi perkara yang memberatkan agar untuk berjumpa dengan Allah, meminta pertlongannya.
Sesungguhnya manhaj Islami ni adalah manhaj ibadah, Sedangkan ibadah di dalam manhaj Islma memiliki banyak rahasia. Di antara rahasianya bahwa ia merupakan bekal perjalanan ruh, dan penjernihan hati, Di mana saja ada kewajiban maka ibadah menjadi kunci hati yang bisa mersakan kelezatan, suka cita dan kemudahan kewajiban ini, ketika memberi mandat kepada Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk melakukan peran besar yang sangat berat dan sulit, Allah berfirman kepadanya :
“ wahai orang yang berselimut ( Muhammad ) ,bangunlah untuk shalat di malam hari meskipun sedikit ( darinya )Yaitu setengahnya atau kurangilah dari setengah tu sedikit, atau lebih dari serengah itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil ( perlahan lahan danbagus ). Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” ( Q.S Al-Muzamil : 1-4)
Sesunguhhnya persiapan untuk meneriman perkataan yang berat, kewajiban yang sulit dan peran yang besar itu adalah dengan qiyamulail dan membaca Al Qur’an.Ia adalah ibadah yang membukan hati, mempermudah urusan, memncarkan cahaya, memberikan ketabahan, kesejukan , kedamaian dan ketenangan.
Oleh sebab itu Allah mengarahkan kaum Mu’minin ketika mengahadapi Kemudian setelah pengarahan ini datang penegasan berbagai kesulitan besar agar bersabar dan menegakan shalat.
Allah bersama mereka, mendukung meneguhkan, memperkuat dan mengakrabi mereka.Tidak membiarkan mereka dalam menempuh jalan sendirian, tidak menyerahkan mereka kepada kemampuan mereka yang terbatas dan kekuatan mereka yang lemah, tetapi menyokong mereka ketika bekal mereka habis dan membangkitkan semangat mereka ketika mereka menghadapi jalan yang panjang.Dia menyeru mereka di permulaan ayat dengan seruan penuh rasa cinta “ wahai orangorang yang beriman,” dan menutup seruan itu dengan dorongan yang menakjubkan “ sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar.”
Hadist hadist Nabitentang kesabaran banyak sekali jumlahnya, yang sebagaiannya menebutkan kisah yang ada ksesuaiannya dengan Al Qur’an dalam mempersiapkan kaum muslimin memikul beban amanat islam.
Dari Khabbab ibnul arts Radhiyallahu’anhu ia berkata.” Kami mengeluh kepada Rasulullah Shallallahu alihi wasallam ketika beliau sedang berbaring di samping ka’bah,kami berkata ‘apakah engkau tidak memintakan pertolongan (kepada Allah) untuk kami?”kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab ;”Sesungguhnya tealh terjadi orang orang sebelum kamu ada yang diambill alu di pendam di dalam tanah kemudian didatangkan gergaji lalu diletakan diatas kepalanya dan membelahnya menjadi dua,Ada pula orang yang daging tulang dan tulangnya disisir dengan sisir besi, sehingga terlepaslah daging dari tulangnya. Meski menghadapi siksaan seperti itu mereka tetap teguh dengan agamanya.Demi Allah sungguh Allah akan menolong kita dari semua penderitaan ini hingga seorang pengendara dari san’a hingga ke Hadramaut tidak merasa takut kecuali kepada Allah dan ancaman serigala terhadap kambingnya.Tetapi kalian terburu-buru’( H.R Bukhari,bu Dawud dan Nasa’i)
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasanya aku melihat Rasulullah Shallallhu alihi wasallam bercerita tentang salah seorang nabi yang dipukuli oleh kaumnya sehingga Nabi itu mengusap darah dari wajahnya seraya berdo’a : “ Ya Allah ampunillah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui ( H.R.Bukhari dan Muslim )
Yahya bin Watsab, seorang tua di kalangan sahabat Nabi,menyatakan bahwa Rasullah pernah bersabda “ Orang Muslim yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak bersabar atas gangguan mereka “ ( H.R Tirmmidzi )

Diriwayatkan dari abu hurairah ra, ia pernah mendengar Nabi Muhammad saw bersabda, bahwa Allah ingin menguji tiga orang Yahudi. Mereka adalah si penderita kusta, si botak dan si buta,Kemudian Allah mengutus seorang malaikat mendatangi penderita kusta, “Hal apakah yang paling engkau cintai?” Tanya malaikat. Si penderita kusta menjawab, Warna yang bagus, kulit tubuh yang halus dan kesembuhan dari penyakit yang menyebabkan orang-orang membenciku,” Lalu Sang malaikat mengusapkan tangannya pada tubuh si pederita kusta, d an seketika sembuhlah penyakitnya. Kemudian ia memberi warna kulit yang bagus. Sang malaikat bertanya lagi,” Harta apa yang paling engkau sukai?” Si penderita kusta menjawab, “unta .” Maka sang malaikat memberinya seeokr unta yang sedang mengandung, sembari berkata, “ semoga  Allah memberkatimu dengan pemberian ini.”

Sang malaikat lalu pergi menemui si botak. “ Hal apakah yang paling engkau cintai?”Tanya malaikat, SI botak menjawab, Rambut yang bagus dan kesembuhan dari botak yang membuat orang orang menghinaku.” Lalu Sang malaikat mengusapkan tangan di kepalanya, maka iapun langsung sembuh dari kebotakan dan rambut yang bagus menghiasi kepalanya. Kemudia sang malaikat bertanya lagi.”Harta apakah yang paling engkau sukai?” Si botak menjawab,Sapi” Maka sang malaikat memberi seeokr sapi yang sedang mengandung, sembari berkata,” Semoga Allah memberkatimu dengan pemberian ini.”

Kemudian sang malaikat mendatangi si buta dan berkata.” Hal apakah yang paling engkau cintai?” Si buta menjawab, “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku agar aku bisa melihat orang orang di sekitar.” Lalu Sang malaikat mengusapkan tangannya pada mata orang buta itu maka Allah pun mengembalikan penglihatannya. Kemudian sang malaikat bertanya,” Harta apakah yang paling engkau sukai?” Si buta menjawab,” Kambing.Maka sang malaikat memberinya seekor kambing yang sedang mengandung.

Masing masing dari ketiga hewan pemberian malaikat itu beranak pinak hingga setiap prang dari ketiganya memiliki padang gembala khusus untuk menggembalakan ternnak mereka. Si penderita kusta memiliki padang gembala untuk sapi sapinya dan si buta memiliki padang gembala untuk kambing kambingnya.

Kemudian sang malaikat mendatangi mereka satu persatu.Ia mendatangi si penderita penyakit kusta yang sudah sembuh dengan menyamar menjadi seorang penderita kusta. Ia berkata sembari mengiba,”Aku adalah orang yang malang dan kehabisan bekal perjalanan. Aku tidak bisa hidup sampai sekarang ini kecuali atas pertolongan Allah. Aku memohon kepadamu atas nama Dzat yang telah menganugrahimu warna kulit yang bagus, kulit yang molek dan harta berupa unta, berilah aku bekal untuk meneruskan perjalananku.”Si bekas penderita kusta itu mencela, “ Banyak sekali permintaan mu!”Maka sang malaikat lantas berkata,”Kelihatannya aku mengenalmu,bukanlah egkau yang dulu si penderita lkusta yang fakir dan di kucilkan orang orang, lalu Allah menganugrahimu?”

Dengan dada di busungkan si bekas penderita kusta berkata “ Aku adalah orang berharta dan aku mewarisi harta ini dari orang kaya pula.”Sang malaikay menimpali,”seandainya engkau berdusat, Allah akan mengembalikamu seperti dahulu.”

Kemudian sang malaikat mendatangi si botak yang telah dikaruniai rambut indah dengan menyamar menjadi sorang botak, seraya berucap hal yang sama seperti yang di katakan kepada si penderita kusta. Lalu si bekas bitak menjawab dengan jawaban yang sama seperti penderita kusta

.Lalu si bekas botak menjawab  dengan jawaban yang sama seperti penderitakusta.Maka sang malaikat mencela,” seandainya kau berdusta Allah akan mengembalikanmu seperti dahulu!”

Kemudian sang malaikat mendatangi si buta dengan menyamar menjadi seorang buta,”Aku seorang ibnu sabil yang malang dan kehabisan bekal perjalanan. Aku bisa hidup sampai sekarang ini kecuali atas pertolongan Allah.Aku memohon kepadamu atas nama Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu dan harta berupa kambing,berilah aku bekal untuk meneruskan perjalananku, “Si buta menawab, Sungguh, dahulu  aku seorang yang buta,lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambilah apa yang engkau inginkan dan tinggalkan apa yang engkau kehendaki.Sungguh aku tidak akan keberatan engkau ambil demi kepentingan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia.Sang malaikat menjawab,”Milikilah hartamu itu! Sesungguhnya aku hanya ingin menguji kalian.Allah telah meridhai ( sibuta) dan murka dengan kedua temanmu ( si penderita kusta  dan si botak ) ( HR al Bukhari dan Muslim )

Sahabat yang di rahmati Allah,pepatah berkata, hidup ini bagai roda berputar,Allah selalu mempergilirkan kasih sayang Allah kepada kita semua,dari yang fakir menjadi berada dari yang kaya menjadi kebalikannya,lalu bagai mana agar kondisi kehidupan yang di harapkan bisa selalu besama kita dan mendapatkan keridhaan Allah,?semoga dengan kesadaran yang selalu hadir dalam hati kita, kita bisa  tetap menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah dalam menjaga kewajiban dan amanah yang telah Allah berikan baik berupa harta,tahta, anak, dan lain sebagainya.jangan sampai harta yang telah Allah berikan lenih kita cintai seperti apa yang telah Allah sampaikan dalam surat At Taubah 24 “Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Selama Allah memberikan jatah hidup kita hingga suatu saat nanti Allah akan mengambilnya kembali seluruh umat manusia yang mengaku beriman tidak akan pernah lepas dari ujian.” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?( Q.S 29 : 2 )

sumber : 101 kisah inspirasi