Arsip untuk Oktober, 2010

Salahuddin dibesarkan sama seperti anak-anak orang Kurd biasa. Pendidikannya juga seperti orang lain, belajar ilmu-ilmu sains di samping seni peperangan dan mempertahankan diri. Tiada seorangpun yang menyangka sebelum ia menguasai Mesir dan menentang tentera Salib bahawa anak Kurd ini suatu hari nanti akan merampas kembali Palestin dan menjadi pembela akidah Islamiah yang hebat. Dan tiada siapa yang menyangka pencapaiannya demikian hebat sehingga menjadi contoh dan perangsang memerangi kekufuranhingga ke hari ini.

Stanley Lane Poole (1914) seorang penulis Barat menyifatkan Salahuddin sebagai anak seorang governor yang memilliki kelebihan daripada orang lain tetapi tidak menunjukkan satupun tanda-tanda ia akan menjadi orang hebat pada masa depan. Akan tetapi ia menunjukkan akhlak yang mulia.

Walau bagaimanapun Allah telah mentakdirkannya untuk menjadi pemimpin besar pada zamannya dan Allah telah menyediakan dan memudahkan jalan-jalannya untuk menjadi pemimpin agung itu. Ketika ia menjadi tentera Al-Malik Nuruddin, sultan Aleppo, ia diperintahkan untuk pergi ke Mesir.

Pada masa itu Mesir diperintah oleh sebuah kerajaan Syi’ah yang tidak bernaung di bawah khalifah. Bahauddin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah menulis bahawa Salahuddin sangat berat dan memaksa diri untuk pergi ke Mesir bagaikan orang yang hendak di bawa ke tempat pembunuhan (Bahauddin, 1234). Tetapi itulah sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” (Al-Baqarah:216).

Pertukaran Hidup Salahuddin al Ayubi

Ketika Salahuddin menguasai Mesir, ia tiba-tiba berubah. Ia yakin bahawa Allah telah mempertanggung jawabkan kepadanya satu tugas yang amat berat yang tak mungkin dapat dilaksanakan jika ia tidak bersungguh-sungguh. Bahauddin telah menuliskan dalam catatannya bahwa Salahuddin sebaik-baik sahaja ia menjadi pemerintah Mesir. Dunia dan kesenangannya telah lenyap dari pandangan matanya. Dengan hati yang rendah dan syukur kepada Allah ia telah menolak godaan-godaan dunia dan segala kesenangannya (Bahauddin,1234).

Bahkan Stanley Lane Poole(1914) telah menuliskan bahwa Salahuddin mengubah cara hidupnya kepada yang lebih keras. Ia bertambah wara’ dan menjalani hidup yang lebih berdisiplin dan sederhana. Ia mengenepikan corak hidup senang dan memilih corak hidup “Spartan” yang menjadi contoh kepada tenteranya. Ia menumpukan seluruh tenaganya untuk satu tujuan

yaitu untuk membina kekuasaan Islam yang cukup kuat untuk menghalau orang kafir dari tanah air Islam.

Salahuddin pernah berkata, “Ketika Allah menganugerah kan aku bumi Mesir, aku yakin Dia juga bermaksud Palestin untukku. Ini menyebabkan ia memenangkan perjuangan Islam. Sehubungan dengan ia telah menyerahkan dirinya untuk jalan jihad.

Semangat Jihadnya

Fikiran Salahuddin sentiasa tertumpu kepada jihad di jalan Allah. Bahauddin

telah mencatatkan bahwa semangat Salahuddin yang berkobar-kobar untuk berjihad menentang tentera Salib telah menyebabkan jihad menjadi tajuk perbincangan yang paling digemarinya. Ia sentiasa meluangkan seluruh tenaganya untuk memperkuat pasukan tenteranya, mencari mujahid-mujahid dan senjata untuk tujuan berjihad.

Jika ada sesiapa yang bercakap kepadanya berkenaan jihad ia akan memberikan sepenuh perhatian. Sehubungan dengan ini ia lebih banyak di dalam khemah perang daripada duduk di istana bersama sanak keluarga. Siapa sahaja yang menggalakkannya berjihad akan mendapat kepercayaannya. Siapa sahaja yang memerhatikannya akan dapat melihat apabila ia telah memulakan jihat melawan tentera salib ia akan menumpahkan seluruh perhatiannya kepada persiapan perang dan menaikkan semangat tenteranya.

Dalam medan peperangan ia bagaikan seorang ibu yang garang kehilangan anak tunggal akibat dibunuh oleh tangan jahat. Ia akan bergerak dari satu hujung medan peperangan ke hujung yang lain untuk mengingatkan tenteranya supaya benar-benar berjihad di jalan Allah semata-mata. Ia juga akan pergi ke seluruh pelosok tanah air dengan mata yang berlinang mengajak manusia supaya bangkit membela Islam.

Ketika ia mengepung Acre ia hanya minum, itupun selepas dipaksa oleh doktor peribadinya tanpa makan. Doktor itu berkata bahawa Salahuddin hanya makan beberapa suap makanan semenjak hari Jumaat hingga senin kerena ia tidak mahu perhatiannya kepada peperangan terganggu. (Bahauddin, 1234).

Bagaimana kisah selanjutnya….bersabar yah…nanti di sambung lagi…

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Fulaih]. Dan telah diriwayatkan pula hadits serupa dari jalan lain, yaitu Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Mundzir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fulaih] berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] berkata, telah menceritakan kepadaku [Hilal bin Ali] dari [Atho’ bin Yasar] dari [Abu Hurairah] berkata: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: “Kapan datangnya hari kiamat?” Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; “beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, ” dan ada pula sebagian yang mengatakan; “bahwa beliau tidak mendengar perkataannya.” Hingga akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: “Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?” Orang itu berkata: “saya wahai Rasulullah!”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya: “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat”. ( H.R Bukhari )

Salman Al Farisi

Posted: 7 Oktober 2010 in Inspirasi, Pejuang Peradaban
Adalah Salman Al Farisi yang hidup di negeri Persia, ketika mendengar bahwa di Makkah ada seorang nabi bernama Muhammad yang membawa agama islam,langsung muncul hasrat untuk mengetahui tentang agama baru itu. Padahal waktu itu Nabi Muhammad saw hidup bagai orang asing di tengah tengah kaum yang mengingkari risalahnya, bahkan memerangi dan menyakitinya.Tetapi niat Salman. Ia bersegera menuju Makkah dan terus menyusuri jalan guna mencari tahu mengenai nabi baru itu.
Sesampainya di Makkah, ia menuju Baitul Haram untuk mencari penginapan hingga mendekatkannya mencpai tujuan. Sudah menjadi tradisi penduduk Makkah, karena kedermawanannya menjamu setiap tamu yang akan datang kerumahnya selama tiga hari. Ternyata kedatangan Salman ini di ketahui oleh Ali bin Abi thalib, yang langsung mendakwahinya sebelum di ambil orang lain. Hal ini karena Ali , sebagai seorang da’i sedang mencari pendukung  dakwah Muhammad saw.Dengan motivasi yang kuat dan kesadaran tentang pentingnya meraih hati yang baru, maka beliau segera memanfaatkan peluang ini agar tidak lepas dari gengggaman.
Selanjutnya, Salman tinggal di rumah Ali bin Abi Thalib. Di tengah tengah pelayanan yang di berikan Ali,Salman menangkap beberapa perilaku akhlaq dan muamalah yang aneh dan baru, Baragkali ini muncul dari sumber kenabian dan aliran agama baru. Lalu Ali bin Abi Thalib juga menangkap apa yang terlintas dalam benak Salman dan tanda tanda respon serta kemantapannya.
Mata telah melihat, hati berbicara, perasaan berkobar, maka terjalinlah keterbukaan, terus  terang, dan jabat tangan dilanjutkan dengan pernyataan keislmannya, yang kemudian hari menjadi sahabat yang menorehkan tinta emas sejarah.

Enam puluh sahabat Rasulullah ini diambil dari Daftar Isi buku yang berjudul Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah yang disusun oleh Khalid Muhammad Khalid dan telah dialihbahasakan oleh Mahyuddin Syaf, dkk, diterbitkan oleh CV Penerbit Diponegoro Bandung.

1) MUSH’AB BIN UMAIR : Duta Islam yang pertama.
2) SALMAN AL-FARISI : Pencari kebenaran.
3) ABU DZAR AL-GHIFARI : Tokoh gerakan hidup sederhana.
4) BILAL BIN RABAH : Muadzin Rasulullah … Lambang persamaan derajat manusia.
5) ABDULLAH BIN UMAR : Tekun beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
6) SA’AD BIN ABI WAQQASH : Singa yang menyembunyikan kukunya.
7) SHUHAIB BIN SINAN : Abu Yahya yang selalu mendapat laba.
8) MU’ADZ BIN JABAL : Cendekiawan Muslim yang palin tahu mana yang halal dan mana yang haram.
9) MIQDAD BIN ‘AMR : Pelopor barisan berkuda dan ahli filsafat.
10) SA’ID BIN AMIR : Pemilik kebesaran di balik kesederhanaan.
11) HAMZAH BIN ABDUL MUTHALIB : Singa Allah dan panglima syuhada.
12) ABDULLAH BIN MAS’UD : Yang pertama kali mengumandangakn Al-Qur’an dengan suara merdu.
13) HUDZAIFAH IBNUL YAMAN : Seteru kemunafikan – Kawan keterbukaan.
14) ‘AMMAR BIN YASIR : Seorang tokoh penghuni surga.
15) ‘UBAIDAH BIN SHAMIT : Tokoh yang gigih menentang penyelewengan.
16) KHABBAB BIN ARATS : Guru besar dalam berkorban.
17) ABU ‘UBAIDAH IBNUL JARRAH : Orang kepercayaan ummat.
18) UTSMAN BIN MAZH’UN : Yang pernah mengabaikan kesenangan hidup duniawi.
19) ZAID BIN HARITSAH : Tak ada orang yang lebih dicintainya daripada Rasulullah.
20) JA’FAR BIN ABU THALIB : Jasmani maupun perangainya mirip Rasulullah.
21) ABDULLAH IBNU RAWAHAH : Yang bersemboyan : Wahai diri …. Jika kau tidak gugur di medan juang …. Kau tetap akan mati … Walau di atas ranjang.
22) KHALID IBNUL WALID : Ia selalu waspada, dan tidak membiarkan orang lengah dan alfa.
23) QAIS BIN SA’AD BIN ‘UBADAH : Kalau tidaklah karena Islam, maka ia lah ahli tipu muslihat Arab yang paling lihai.
24) UMAIR BIN WAHAB : Jagoan Quraisy yang berbalik membela Islam yang gigih.
25) ABU DARDA : Seorang budiman dan ahli hikmat yang luar biasa.
26) ZAID IBNUL KHATTHAB : Rajawali pertempuran Yamamah.
27) THALHAH BIN UBAIDILLAH : Pahlawan perang Uhud.
28) ZUBAIR BIN AWWAM : Pembela Rasulullah s.a.w.
29) KHUBAIB BIN ‘ADI : Pahlawan yang syahid di kayu salib.
30) UMAIR BIN SA’AD : Tokoh yang tak ada duanya.
31) ZAID BIN TSABIT : Penghimpun Kitab Suci Al-Qur’an.
32) KHALID BIN SA’ID BIN ‘ASH : Anggota pasukan berani mati angkatan yang pertama.
33) ABU AIYUB AL-ANSHARI : Pejuang di waktu senang ataupun susah.
34) ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB : Pengurus air minum untuk Kota Suci Mekah dan Madinah (Haramain).
35) ABUHURAIRAH : Otaknya menjadi gudang perbendaharaan pada masa Wahyu.
36) AL BARRA’ BIN MALIK : Allah dan Surga.
37) UTBAH BIN GHAZWAN : “Esok lusa akan kalian lihat Pejabat-pejabat Pemerintah yang lain daripadaku”
38) TSABIT BIN QEIS : Juru bicara Rasulullah.
39) USAID BIN HUDLAIR : Pahlawan hari Saqifah.
40) ABDURRAHMAN BIN ‘AUF : “Apa sebabnya anda menangis, Hai Abu Muhammad”.
41) ABU JABIR ABDULLAH BIN ‘AMR BIN HARAM : Seorang yang dinaungi malaikat.
42) AMR IBNUL JAMUH : “Dengan cacat pincangku ini, aku bertekad merebut surga”.
43) HABIB BIN ZAID : Lambang kecintaan dan pengurbanan.
44) UBAI BIN KA’AB : “Selamat nagimu, hai Abu Munzir, atas ilmu yang kau capai”.
45) SA’ADZ BIN MU’ADZ : “Kebahagiaan bagimu, wahai Abu Amr”.
46) SA’AD BIN UBADAH : Pembawa bendera Anshar.
47) USAMAH BIN ZAID : Kesayangan, putera dari kesayangan.
48) ABDURRAHMAN BIN ABI BAKAR : Pahlawan sampai saat terakhir.
49) ABDULLAH BIN ‘AMR BIN ‘ASH : Tekun beribadat dan bertaubat.
50) ABU SUFYAN BIN HARITS : Habis gelap terbitlah terang.
51) ‘IMRAN BIN HUSHAIN : Menyerupai malaikat.
52) SALAMAH BIN AL-AKWA : Pahlawan pasukan jalan kaki.
53) ABDULLAH BIN ZUBEIR : Seorang tokoh dan syahid yang luar biasa.
54) ABDULLAH BIN ABBAS : Kyai ummat ini.
55) ‘ABBAD BIN BISYIR : Selalu disertai cahaya Allah.
56) SUHEIL BIN ‘AMAR : Dari kumpulan orang yang dibebaskan, masuk golongan para pahlawan.
57) ABU MUSA AL-ASY’ARI : Yang penting keikhlasan, kemudian terjadilah apa yang akan terjadi.
58) THUFEIL BIN ‘AMR AD-DAUSI : Suatu fithrah yang cerdas.
59) ‘AMR BIN ‘ASH : Pembebas Mesir dari cengkeraman Romawi.
60) SALIM MAULA ABU HUDZAIFAH : Sebaik-baik pemikul Al-Qur’an.

Pemuda Idaman

Posted: 4 Oktober 2010 in Inspirasi

karakteristik pemuda impian adaalah seperti di bawah ini :

  1. Seorang imam yang adil.
  2. Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.
  3. Seorang pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.
  4. Dua orang pemuda yang saling mencintai karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karena-Nya.
  5. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian lalu mengucur air matanya. Seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu dia berkata; ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’
  6. Dan seorang laki-laki yang bersedekah, lalu dia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.”

Semua Pekerjaan Tergantung Niatnya

Posted: 4 Oktober 2010 in Tidak Dikategorikan

Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id Al Anshari] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim At Taimi], bahwa dia pernah mendengar [Alqamah bin Waqash Al Laitsi] berkata; saya pernah mendengar [Umar bin Al Khaththab] diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” ( H.R Bukhari )