Cahaya Di Wajah Ummat

Posted: 26 Oktober 2010 in Inspirasi

Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena iabetul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan,kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannyamenggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerjadalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan dihadapan Allah SWT secara sendiri-sendiri.Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpaberu-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah SAW: Manabtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidakakan dipercepat oleh nasabnya ).Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terusmenerusmenempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itumerupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikiansunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap danwafat di Madinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidilHaram yang nilainya sekian ra-tus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekianribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau diMa’la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negerimereka.Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudanfirman-Nya: Wal takum minkum ummatuy yad’una ilal khoir. Atau dalam firman-Nya: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya ummatyang di-tampilkan untuk ummat manusia. Qs. 3;110). Ummat yang terbaik bukanuntuk disem-bunyikan tapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilahsesuatu yang sangat perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidaklarut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya danmenjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.Jangan ada lagi kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan.Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harusmempenga-ruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnyadimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan,kawasan cahaya, kawas-an ilmu, kawasan akhlak, kawasan taqwa, kawasan al-haq,setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasanjahiliyah, kezaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader PK,dimanapun dia berada terus menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarahda’wah ini, tumbuh dari seorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atauberjuta-juta orang.Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna, “Antum ruhun jadidah tarsi fija-sadil ummah”. Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir ditubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an.

Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untukmera-sakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagaihamba Allah SWT, ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanyakepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang.Kemana-pun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing, karena Allahsenantiasa ber-samanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan rasul-Nya, ummat danalam semesta senanti-asa.Kehebatan Namrud bagi Nabi Ibrahim AS tidak ada artinya, tidaklah sendirian.ALLAH bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobaryang dinya-lakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korpsdengannya dalam menu-naikan tugas pengabdian kepada ALLAH. Alih-alih darimenghanguskannya, justeru ma-lah menjadi “bardan wa salaman” (penyejuk danpenyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah SWT akan senantiasamembuka jalan bagi pejuang Da’wah sesuai dengan janji-Nya, In tansurullahyansurukum wayu sabit akdamakum (Jika kamu meno-long Allah, Ia pasti akanmenolongmu dan mengokohkan langkah kamu)Semoga para kader senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari AllahSWT ditengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakinsepenuhnya akan pertolongan Allah SWT dan bukan yakin dan percaya pada dirisendiri. Masukkan diri kedalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempatJunud Da’wah melingkar dalam suatu benteng perlindungan, menghimpun bekal danamunisi untuk terjun ke arena pertarungan Haq dan bathil yang berat dan menuntutpengorbanan.Disanalah kita mentarbiah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagianpelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru.Generasi yang siap memikul beban da’wah dan menegakan Islam. Inilah harapan barubagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islamrahmatan lil alamin. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s